(4) Persija vs Sriwijaya FC (2)

PALEMBANG – Tensi tinggi. Itulah yang tersaji pada pertarungan Persija versus Sriwijaya FC (SFC) di Stadion Lebak Bulus Jakarta pada lanjutan Liga Djarum Indonesia (LDI XIII), kemarin (16/12). Bagaimana tidak, sepanjang pertandingan kedua tim penghuni papan atas wilayah barat tersebut silih berganti menyerang. Persija sebagai tuan rumah, mampu memanfaatkan keadaan dan keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. SFC unggul lebih dulu lewat Benben Berlian di menit ke-7. Namun, skor tersebut tidak bertahan lama dan membalikkan keadaan lewat empat gol yakni dari Ismed Sofyan (26’), Bambang Pamungkas (28’), Muhamad Ilham (32’), dan Agus Indra Kurniawan dari titik penalti menit ke-69. Sedangkan satu lagi gol Sriwijaya dilesakkan Obiora menit ke-57. Hasil ini membuat Persija berhasil menyalip PSMS di posisi runner-up, sekaligus memperkecil gap dengan SFC sebagai capolista menjadi 3 angka. “Secara keseluruhan, permainan kita tidak jelek pada pertandingan tadi (kemarin, red).

Mampu mengimbangi mereka (Persija, red) yang turun dengan strategi ofensif,” ungkap head coach SFC, Rahmad Darmawan, kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Pertandingan kedua tim berjalan seimbang. Pada babak pertama, Persija yang mengandalkan serangan balik, tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Benben Berlian pada menit ke-7. Menerima umpan datar Obiora yang berhasil melewati Ismed di sisi kanan pertahanan Macan Kemayoran, winger lincah tersebut menempatkan bola ke sudut kanan gawang, tanpa mampu diantisipasi kiper Khamaruk. Gol tersebut sontak membuat pendukung The Jack yang memenuhi Stadion Lebak Bulus terdiam.
Tersentak, Persija menggencarkan serangan. Secara frontal melalui Aliyuddin dan Bambang Pamungkas yang memang memiliki kecepatan, membuat pertahanan SFC goyah. Alhasil pada menit ke-26, Ismed mampu memanfaatkan tendangan bebas di sisi kanan gawang Ferry Rotinsulu menjadi gol yang sangat indah.
Belum cukup dengan hasil imbang. Satu menit kemudian, Persija kembali mencetak gol melalui Bambang, yang menerima umpan datar Aliyudin. Bola ditempatkan ke sudut kanan gawang, tanpa bisa diantisipasi Ferry Rotinsulu. Selang 4 menit, kembali SFC kebobolan via gol M Ilham. Bola rebound tendangan Robertino mampu dimanfaatkan pemain muda Persija itu menjadi gol.
“Awalnya sangat bagus dan mengejutkan mereka (Persija). Namun karena gol mereka yang pertama, lini pertahanan jadi lose control dan berakibat fatal. Di babak kedua kita mendominasi, tapi itulah permainan,” lanjut eks arsitek Persikota.
Pada awal babak kedua, SFC mulai kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya. Berbagai variasi serangan dari kedua sayap dan tengah membuahkan hasil. Obiora yang berdiri bebas tanpa kawalan, memperkecil perbendaharaan skor menjadi 2-3 pada menit ke-56.
Namun, lagi-lagi lini pertahanan yang minus Charis Yulianto karena diistirahatkan, terlihat rapuh. Ambrizal yang menempati posisi itu sering keteteran. Begitu juga dengan Syafruddin yang sering ketinggalan menutup pergerakan Atep maupun Ismed. Hal itu membuat Rahmad menarik Syafruddin untuk digantikan Isnan Ali. Masuknya pemain yang dipanggil timnas itu memang membuat pertahanan SFC menjadi kokoh. Tapi juga berdampak gol keempat Persija. Tackling keras Isnan terhadap Aliyudin di dalam kotak penalti, membuat wasit Aang Suarlan menunjuk titik putih. Agus Indra berhasil mengeksekusi tersebut tanpa bisa dihalau Ferry.
Di akhir babak kedua, sempat terjadi insiden antara Khamaruk dengan Christian Worabay. Kiper Persija tersebut mendorong wing bek SFC di depan gawangnya hingga terjatuh. Emosi, Worabay membalas ketika menerima tendangan sudut Zah Rahan dengan sikutan, sehingga membuat pertandingan dihentikan beberapa menit.
“Hasil ini membuat kita membutuhkan 1 kemenangan lagi untuk tetap mempertahankan posisi puncak. Mudah-mudahan itu bisa kita wujudkan di partai kandang nanti,” pungkas Rahmad. Selanjutnya, Lenglolo dkk akan menjalani partai lanjutan pada Rabu (26/12) mendatang lawan Persik di kandang. Sebelumnya harus menjalani babak 8 besar Copa Indonesia melawan PSMS, Sabtu (22/12).
Sementara itu pelatih Persija, Sergei Dubrovin sangat puas atas hasil yang dicapai tim asuhannya. ”Nilai kami sudah cukup untuk lolos, apalagi kami ada sisa dua pertandingan kandang,’’ kata Sergei Dubrovin pelatih Persija kepada Indo.Pos (grup Sumatera Ekspres) di lorong masuk pemain, kemarin.
”Kemenangan ini membuat kami mulus ke 8 besar, hanya satu lagi (hasil seri, Red) biar aman, pertandingan tadi anak-anak mampu memanfaatkan momentum kesempatan menjadi gol, finishing touch kami sangat baik, kami benar-benar beruntung,” kata Isman Jasulmei, asisten pelatih Persija. (mg14/lis)