Torticolis, akibat Salah Posisi Tidur PDF Print E-mail

Ketika bangun tidur, ada beberapa orang yang mengeluh lehernya tidak bisa digerakkan. Kalaupun bisa digerakkan, hanya menoleh pada sisi tertentu, ke kanan atau ke kiri. Keluhan tersebut kerap diistilahkan dengan leher tengeng atau nyeri leher. Menurut dr Jalalin SpRM, dokter spesialis rehabilitasi medis Rumah Sakit M Hoesin (RSMH) Palembang ini,  tengeng atau torticolis merupakan posisi dagu yang tidak sejajar dengan tulang dada paling atas dan depan (manubrium stermi). “Dagu hanya bisa miring ke kiri atau kanan,” ujar Jalalin.

Torticolis paling sering dipicu kesalahan posisi tidur. Tanpa disadari, karena terlalu nyenyak tidur, posisi tidur hanya miring pada satu arah. Dengan demikian, ketika bangun, terjadi kekakuan pada otot para cervical (otot leher kanan dan kiri). Awalnya, terjadi nyeri, kemudian menimbulkan kekakuan dan tidak bisa menoleh ke kanan atau kiri.

Selain itu, nyeri leher bisa terjadi bila olahraga tanpa didahului pemanasan. “Otot yang belum siap bergerak dipaksa untuk bergerak sehingga terjadi nyeri,” ulasnya.

Jika nyeri leher belum mencapai tiga hari, Jalalin menyarankan untuk mengompresnya dengan es pada bagian yang kaku selama 20-30 menit. Mereka yang alergi es bisa mengompres dengan air hangat. “Kompres pada bagian yang sakit dengan posisi badan tengkurap,” katanya.
Untuk mencegah nyeri, stretching pada otot leher memang perlu dilakukan. Ada tiga gerakan yang dianjurkan. Pertama, tundukkan dagu hingga menyentuh dada dan tahan hingga 6 hitungan. Setelah itu, kembalikan ke posisi semula dengan pelan. “Gerakan tersebut harus dilakukan secara perlahan, tidak boleh terburu-buru, harus rileks,” kata Jalalin.
Gerakan kedua, dekatkan telinga ke bahu kanan dan kiri secara bergantian. Setelah dekat, rasakan tarikan pada otot-otot yang berlawanan. Gerakan tersebut memang menimbulkan nyeri, tetapi itu untuk melemaskan otot. Namun, bila nyerinya sangat terasa, hentikan gerakan tersebut. “Bisa saja gerakannya salah,” ulasnya.

Gerakan ketiga adalah rotasi ke kiri dan kanan. Yaitu, memutar dagu ke arah bahu. Ketika melakukan gerakan tersebut, bahu harus lurus. Jangan mengikuti gerakan. Punggung juga harus lurus. Lakukan gerakan dalam enam hitungan. “Bisa dilakukan pagi dan sore, masing-masing lima kali secara bergantian,” katanya.

Jika kompres dan latihan sudah dilakukan, namun setelah dua hari belum mengalami perubahan, segera kunjungi dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan meluruskan otot dan membeli obat penghilang nyeri. (14)